Nescafe Journey 2: Jadi Begini Ceritanya … (Part. 1)

Hello again, selamat pagi.

Semalam saya baru saja merampungkan utak-atik konsep blog newbie ini karena saya sudah tidak sabar ingin cerita-cerita di sini! Kebetulan kemarin adalah tepat sepuluh hari sejak penutupan rangkaian Nescafe Journey 2 di Nescafe Lounge Java Jazz Festival 2013 kemarin. Jujur saja ada kalanya saya masih terbawa mood mellow post-journey yang menyebalkan, tetapi saya tidak mau terjebak lama-lama di dalam kubangan drama itu, because that sucks. *wink*

Setelah kembali ke kampus minggu lalu, banyak teman yang menanyakan awal mula segala petualangan saya ini. Mungkin mereka mau mencoba peruntungannya juga di Nescafe Journey 3 atau mungkin mereka hanya penasaran dengan hilangnya saya dari kampus secara tiba-tiba selama dua minggu. Well, semuanya akan saya coba ceritakan semuanya di sini.

nescafe-journey

Jadi begini ceritanya… Tahun lalu, sekitar bulan Oktober saya membaca info tentang kompetisi Nescafe Journey 2 di Twitter. Saya lupa dari siapa saya membaca infonya tetapi akhirnya saya terdampar di timeline akun Twitter Nescafe ID @IniBaruHidup. Saya langsung tertarik karena pemenangnya bisa traveling ke tempat-tempat keren di Indonesia bersama salah satu dari tiga aspirer keren; Riyanni Djangkaru, Imam Darto dan Nicholas Saputra. Saat itu saya hanya cengengesan sambil bicara sesumbar saja dengan tetangga kost saya, Rara. Teman-teman saya, termasuk Rara, memang sudah tau seberapa kagum saya dengan Nicholas Saputra dulu. ( *berdoa* .. Semoga Bang Nics tidak mampir ke sini dan membaca tulisan ini…but if you do, please read the bolded word ya, Bang… :D )

Nah, kriteria awal Nescafe Journey 2 saat itu mudah sekali. Cukup membeli minuman Nescafe RTD (Ready-To-Drink) rasa apa saja dan berfoto dengan minuman tersebut. Foto itu nantinya akan dipakai saat mengisi form pendaftaran. Saya segera membeli Nescafe RTD rasa French Vanilla di minimarket dekat kost sambil memikirkan spot mana yang oke untuk berfoto.

Setelah sempat kebingungan mencari tempat, di akhir bulan Oktober akhirnya saya mengajak Rara bersepeda subuh-subuh dengan harapan bisa mendapatkan foto yang oke. Akhirnya, saya berfoto saat matahari terbit di salah satu daerah yang paling saya sukai di Jogja, Baciro. Puas!

1

Setelah mendaftarkan diri, step selanjutnya adalah men-share tulisan kita di website Nescafe sesuai tema misi yang kita pilih. Karena saat itu saya memilih Nico sebagai aspirer, maka saya harus menulis tentang Youth Culture di sekitar saya. Karena kesibukan di kampus, saya sempat menunda mengirimkan artikel tulisan saya saat itu. Hingga tiba saatnya, di akhir bulan November, saya sadar kalau tenggat waktu Nescafe Journey tinggal sebentar lagi. Well, saat itu saya masih setengah hati dan tidak benar-benar terpikir akan menang walaupun sebenarnya berharap. Akhirnya saya merayu admin @IniBaruHidup untuk memperpanjang deadline-nya sambil ngebut membuat tulisan. Syukurlah ternyata permintaan saya dikabulkan! Tenggat waktu diperpanjang satu minggu dan akhirnya saya bisa submit beberapa cerita sekaligus menjalankan misi dari Nico. Setelah tahap submit cerita memang ada tahap menjalankan misi dari aspirer, di mana misi dari Nico waktu itu adalah mendokumentasikan dan berpartisipasi langsung dalam budaya anak muda di sekitar kita. Kumpulan cerita dan misi yang saya jalankan dapat dilihat di laman ini.

It was very hectic, really. Berkejaran dengan tugas, kuliah dan misi Nescafe Journey di saat yang bersamaan. Ada kalanya saya ingin menangis karena padatnya jadwal, tetapi saya kuatkan hati dengan mantra “Ayolah, Geb, ini sudah setengah jalan. Jangan nyerah!”. FYI, seingat saya, ini adalah pertama kalinya saya mengikuti kompetisi seperti ini. Sebelumnya saya tidak mudah tertarik mengikuti kompetisi online, apalagi dengan niat dan serius, karena saya tidak percaya prosesnya transparan. Iya, saya memang curigaan. *nyengir*

Ketjil Bergerak
salah satu partisipasi saya dalam proyek komunitas Ketjil Bergerak: Benih Bunyi

Well, saat itu saya membuat appointments dengan beberapa komunitas anak muda di Jogja yang bagi saya menarik lalu saya datang ke basecamp mereka atau langsung janjian bertemu mereka di suatu tempat. Aneh sekali rasanya ketika saya menyadari bahwa ternyata saya mempunyai keberanian untuk bertemu orang-orang baru (yang sebagian dari mereka berasal dari ‘dunia’ yang berbeda dengan saya), berkenalan, mewawancarai mereka, dan berpartisipasi langsung dalam kegiatan mereka. Fun! Teman-teman saya heran melihat saya yang niat sekali mengejar komunitas-komunitas itu. Mereka geleng-geleng kepala dan hanya berkata, “Semoga menang yah, Geb..” melihat betapa ngarep-nya saya.

Tenggat waktu pengiriman cerita dan misi pun tiba. Saya harus menunggu beberapa hari sebelum 60 semifinalis Nescafe Journey diumumkan lewat telepon. Setiap hari saya mengecek akun @IniBaruHidup seperti tidak ada kerjaan lain. Gelisah? Sudah pasti! Teman-teman saya pun makin kebingungan melihat saya yang tingkahnya semakin aneh. Well, well, akhirnya di suatu sore yang mendung, hari Jumat (sepertinya), telepon yang ditunggu-tunggu masuk juga. Saat itu saya sedang menunggu giliran interview sebuah kepanitiaan di gedung Rektorat UGM. Dua menit sebelum saya masuk ke dalam ruangan interview, telepon berkode daerah Jakarta masuk ke handphone saya. Saya gugup sekali mengangkatnya, ditambah lagi dengan batere yang tinggal 2 persen dan perut yang belum terisi makanan.

“Halo.”

“Halo, dengan Gabrielle Irene?”

“Ya, Betul. Gimana, Mbak?”

“Iya, jadi gini… Selamat yaaa, kami dari team Nescafe Journey sudah memutuskan kamu lolos jadi salah satu semifinalis Nescafe Journey dengan aspirer Nicholas Saputra.”

“Oh ya, ya, wah makasih ya, Mbak…”

“Nah sekarang buat seleksi selanjutnya kamu nanti disuruh blablablabla … Nanti bakal dikirim ke e-mail kamu persyaratannya, oke?”

“Oh oke mbak, makasih…”

*klik*

Sebenarnya mulai dari pertengahan telepon saya sudah excited sendiri dan tidak mendengar suara si Mbak Nescafe. Apalagi teman saya yang sudah selesai wawancara memanggil saya masuk ke dalam ruang wawancara. Saya hanya mendengar samar-samar permintaan Nescafe untuk membuat video dengan durasi maksimal 5 menit dan deadline-nya Senin, tiga hari lagi. Sisanya kosong, saya sudah lebih dulu tenggelam dalam euforia dan bayangan jalan-jalan keliling Indonesia. Dengan lutut lemas dan senyum lima jari saya masuk ke dalam ruang interview. Rasanya hati dan otak ini ringan sekali, saya menjadi tidak terlalu peduli lagi dengan hal apapun.

Dalam perjalanan pulang, saya loncat-loncat kegirangan dengan teman saya, Ike, yang juga ikut interview. Saya lalu memacu kencang sepeda saya agar dapat segera sampai ke kost dan mengabarkan berita gembira ini ke semua orang. Euforia dan semangat yang berlebih-lebihan itu bertahan sehari semalam, hingga akhirnya saya harus mulai mengonsep video self-introduction saya. Jumat malam itu saya habiskan dengan menulis segala konsep dan storyboard yang ada di kepala saya. Sabtu malamnya saya mengajak teman saya, Christine, mengambil gambar di daerah Malioboro. Minggu subuh, kami pergi bersepeda ke Kali Code, Plengkung Gading, AlKid dan TBY untuk mengambil gambar sisanya. Lalu di hari Minggu malam saya mulai berkutat di depan laptop melakukan hal yang paling menyebalkan sekaligus menyenangkan dalam dunia perfilman (bagi saya): mengedit video.

P1090618aP1090704

It took me more than 12 hours to make this simple 5 minute video but I am now purely satisfied and happy to see this baby of mine!

Setelah video disubmit, tibalah masanya meminta dukungan pada teman-teman di app Facebook Nescafe Journey. Saya hanya berhasil mengumpulkan 53 voters but it is okay, karena bagi saya lebih baik sedikit tapi komennya berkualitas dan tulus daripada berlimpah tapi isi komennya tidak bermutu dan asal-asalan.

b

Voting ditutup tanggal 23 Desember 2012, dan setelah itu masa penantian yang menguji kesabaran pun dimulai … :)

( to be continued )

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s