Nescafe Journey 2: Si Anak Rumahan Ke Jakarta (Part. 3 – End)

Sesampainya di Buperta Cibubur, kami disambut awan mendung yang menggelayuti langit Cibubur sore itu. Udara pun menjadi sejuk dan menyenangkan untuk bersantai sambil mengobrol dengan teman-teman. Di sana kami sudah ditunggu banyak orang dari team fixer dan team videografer tetapi kami masih canggung untuk sekedar mengajak mereka ngobrol. Maklum, masih anak baru. *nunduk*

308001_609506525731807_360785099_n

Agenda sore itu adalah materi safety dan manajemen perjalanan dari team Nescafe Journey. Tetapi sebelumnya, kami harus belajar mendirikan tenda dan … bermain paintball dulu! Ihiy! Walaupun saat itu sedang gerimis, kami semangat sekali melangkahkan kaki menuju arena paintball.

Sebelum masuk ke arena, kami diwajibkan mengenakan seragam lengkap dengan pelindung kepala terpasang karena peluru paintball bisa saja berbahaya bila mengenai daerah vital seperti mata dan telinga.

716866759

Seluruh peserta paintball pun dibagi menjadi dua team: Team Baju Gelap dan Team Baju Terang. *ngarang* :p Team ini tidak hanya terdiri dari 6 pemenang Nescafe Journey 2 lho. Om Edward dari Nescafe, Om Adhe dari CGI, Mbak April dari team videografer sampai Mas Mamik dari Nescafe Journey 1 juga ikut bermain di arena paintball.

Setelah tiga ronde yang menegangkan, terutama bagi saya yang mengenakan seragam kebesaran (dalam arti yang sebenarnya), akhirnya Team Baju Terang harus mengaku kalah pada Team Baju Gelap. Kemenangan mereka ini sepertinya berkat bantuan Jalal dan Om Adhe yang sangar! *rawr*

Selesai bermain paintball kami beristirahat sebentar. Tetapi tidak lama kemudian, kami harus turun kembali ke lapangan lain untuk mendirikan tenda. Beuh, bayangkan bagaimana perasaan saya dan Jalal yang sudah seharian berjalan kaki. Ehm, tapi mungkin Jalal baik-baik saja sih. Saya-nya saja yang kepayahan.

716885677

716924244
Percayalah, saya pegel.

Setelah berhasil mendirikan tenda, dimulailah sesi ngobrol para pemenang dengan Om Edward dan Mbak Citra dari Nescafe. Di sini kami mulai memperkenalkan diri masing-masing dan mencairkan suasana dengan anggota team lainnya. Nah sialnya, di sini teman-teman dari team aspirer lain alias Odi, Sefin, Karin dan Lemon mulai meledek saya dan Jalal tentang Bang Nics. Dan…sepertinya cuma saya yang disindir terus-terusan. Huh.

716841318

Sebenarnya sudah sejak beberapa hari sebelumnya kami membahas ini di grup Whatsapp.

Jadi, hubungan saya dan Jalal dengan Bang Nico saat itu sedikit berbeda dengan hubungan Odi-Lemon dengan Mas Darto dan juga Sefin-Karin dengan teteh. *ceileh, hubungan*

As you know, sejak diumumkannya pemenang Nescafe Journey tanggal 7 Januari, para pemenang dan aspirer mulai saling kontak. Seingat saya, sebelum simulasi dimulai Odi dan Lemon sudah telpon-telponan dengan Mas Dar, sedangkan Sefin-Karin sudah main-main ke kantor teteh di Divemag. Intinya mereka sudah saling mengakrabkan diri melalui berbagai media seperti Twitter, sms, telepon sampai bertemu langsung.

Sedangkan saya dan Jalal… Err… Sampai acara simulasi berlangsung, kami hanya berkontak satu kali dengan Bang Nics. Yes, satu kali. Melalui Twitter, secara tidak langsung pula. Berikut tweetnya…

c

Bayangkan, hanya sepotong tweet itu saja. Sisanya kosong. Saya dan Jalal menjadi cukup sedih karena hal ini. *drama* Nggak ding, bohong. We’re totally cool about it. Sepertinya saat itu Bang Nics sedang berpetualang (seperti biasa) entah di belahan bumi bagian mana. Karena jarang update Twitter, saya berasumsi Bang Nics sedang susah sinyal. *sotoy sekaligus optimis*

Jadi di grup Whatsapp kami sempat terjadi pembicaraan tentang hal ini dan teman-teman team lain kaget sekaligus mulai meledek saya, si ‘adik’ yang kekurangan perhatian ‘abang’nya ini. *uhuk*

Sebenarnya saya jadi sedikit cemas bukan karena kurang perhatian atau bagaimana, tetapi saya jadi semakin grogi bertemu Bang Nics kalau belum komunikasi sama sekali begini. Bayangkan saja, anak-anak lain sudah pernah ngobrol-ngobrol tentunya tidak akan se-awkward saya yang belum pernah ngobrol apalagi ketemuan sebelumnya, kan? Ditambah lagi dengan pembawaan saya yang memang awkward saat bertemu orang baru. *lesu* Kalau Jalal sih sepertinya cuek dan santai saja, tidak seperti saya yang grogi terus menerus. Tapi ya sudahlah ya. Lanjut!

Perbincangan selesai, kami beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri yang dekil setelah seharian berjalan ke sana kemari. Kami pun bergiliran menunggu teman yang mandi karena kalian tentu tahu kan kisah horor kamar mandi di Buperta Cibubur.

Sepulang dari kamar mandi, kami dikejutkan dengan kedatangan teman-teman Nescafe Journey 1 seperti Nia, Iffa dan Bulan. Mereka menyusul Mas Mamik yang sudah lebih dahulu sampai sorenya. Ternyata malam ini selain materi safety dan pembagian goodie bags, teman-teman Nescafe Journey 1 akan membagikan pengalaman Nescafe Journey mereka tahun lalu. Woohoo! Semakin malam semakin seru saja.

716923396

Oh ya, buat yang penasaran, saya dan pemenang Nescafe Journey lainnya mendapatkan goodie bags berisi modal perjalanan kita lho. Isinya carrier Deuter 36L, headlamp, raincoat, botol air, dan sleeping bag! Siap jalan-jalan deh kita! :-)

Malamnya kami semua (pemenang Nescafe Journey 1 dan 2, team fixer dan team Nescafe) berkumpul dan sharing-sharing tentang banyak hal mulai dari sifat para aspirers, kejadian-kejadian tidak terlupakan selama Journey, sampai suka-duka admin @IniBaruHidup! Hmm, rasanya semakin tidak sabar untuk ketemu para aspirer dan juga melakukan perjalanan bareng mereka deh.

Menjelang tengah malam kami semua memutuskan untuk tidur bersama-sama di balai pertemuan. Jadilah tenda-tenda yang kami dirikan itu teronggok begitu saja di lapangan. But no worries, di manapun sama serunya kok. Setelah capek bercerita kami pun menggelar kasur lipat dan tidur di atasnya dengan sleeping bag dari goodie bag kami.

Senin, 14 Januari 2013

Esok paginya kami memulai hari dengan sarapan, minum kopi dan membuat video perkenalan. Bang Etek membebaskan kami untuk memilih tempat syuting kesukaan kami. Saya memilih syuting di depan tenda warna kuning, bersebelahan dengan Karin. Video ini nantinya digabungkan dengan video hari pertama kami masing-masing. Video saya dan Jalal bisa dilihat di sini.

717183035

                        717182020

Syuting video perkenalan ini adalah pengalaman syuting perdana saya. Dalam artian di-shoot seorang videografer profesional menggunakan kamera pro untuk sebuah video yang akan dipublish untuk umum. Woo, saya grogi. Rasanya aneh karena saya tidak tahu bagaimana tampang saya di kamera nantinya. *malu*

Tapi saat itu sih Bang Etek hanya berpesan, “PD saja, kalau kamu malu artinya kamu nggak percaya saya bisa buat kamu keliatan bagus di video.” … Baiklah, bang. :))

Setelah syuting, saat yang ditunggu-tunggu pun tiba: kedatangan para aspirers. Jeng-jeng! Teteh datang duluan disusul Mas Darto. Ternyata aslinya si Teteh itu cantik (#mempesona #cetar_membahana #terpampang_nyata) banget, lho. *semoga dibaca yang bersangkutan terus dapet voucher Dive Box Coffee :p*

717242978
Trio Aspirers: Mas Mamik menggantikan Bang Nics.

Kabar buruknya, sejak semalam saya sudah diberitahu kalau Bang Nics mungkin tidak akan datang ke Cibubur. Pesawatnya baru mendarat di Jakarta jam 2 siang sedangkan pesawat saya boarding jam 7 malam. Lima jam adalah waktu yang cukup mepet untuk mempertemukan saya, Jalal dan Bang Nics karena traffic dari dan ke bandara juga sulit diprediksi. Setelah kami diskusikan, akhirnya diputuskan untuk mempertemukan kami semua di kantor CGI di daerah Radio Dalam setelah acara simulasi ini selesai. Semakin ditunda-tunda, saya pun menjadi semakin grogi.

600563_609506732398453_975071399_n
tampang saya yang sedang grogi maksimal

Oh ya, setelah para aspirers datang, kami tidak langsung ngobrol-ngobrol dengan mereka. Masih ada kegiatan outbond yang menunggu kami. Saat itu kami dibagi menjadi ke dua kelompok: Saya, Sefin dan Jalal versus Odi, Lemon dan Karin. Sebenarnya saya bukan penggemar outbond, tetapi outbond pagi itu terasa seru dan berbeda. Mungkin karena pesertanya yang lebih sedikit dan terasa akrab satu sama lain.

Saat outbond itu saya juga berkesempatan melihat sisi lain dari Jalal dan Sefin saat dihadapkan pada konflik. Ternyata kami semua cukup mudah panik tetapi tidak mudah menyerah! Terutama Jalal. Walaupun seringkali bertingkah aneh, tetapi Jalal benar-benar kreatif. Kemampuan bertahan hidupnya sangat tinggi. Hahaha. Kelompok kami menang dalam outbound ini salah satunya juga karena kreativitas dan persistensi Jalal. Way to go, Jals!

487824_609507642398362_2136394242_n

Setelah outbond, waktunya para pemenang ngobrol dengan aspirers tentang destinasi Journey mereka masing-masing. Kami semua dibagikan modul yang berisi itinerary perjalanan kami yang membuat kami melongo saking excitednya. Karena saat itu Bang Nics belum hadir, jadi saya dan Jalal hanya ngobrol berdua saja sambil kegirangan. Dia kegirangan karena jadwal hari ke 14-15 sedangkan saya girang karena jadwal hari ke 1-15. Bagaimana tidak? Membaca kegiatan yang tertulis di kertas itu saja sudah terbayang keseruan Journey kami nantinya. Dan mengingat (kembali) saya akan melakukan semuanya itu dengan aktor Indonesia favorit saya…so it is double awesomeness. Saya menulis post ini pun jadi excited sendiri (lagi).

IMG-20130205-WA0000
nggak ada Bang Nics, Teteh pun jadi.

Menjelang siang, acara ngobrol-ngobrol pun selesai. Kami segera berkemas untuk meninggalkan Buperta Cibubur menuju tujuan masing-masing. Saya, Jalal dan beberapa orang dari team Nescafe meluncur ke daerah Yado, Radio Dalam dengan bus sewaan untuk bertemu Bang Nics. Tiba-tiba saja saya sakit perut dan panas dingin. Saya tidak tahu kalau saya bisa se-nervous itu hanya untuk bertemu seseorang. But, let’s face it. Kamu akan bertemu orang yang kamu idolakan dalam hitungan jam untuk mendiskusikan trip kalian bersama. Would you not be nervous?

Sampai di Yado, ternyata Bang Nics belum sampai. Kami menunggu di lantai dua sambil tidur-tiduran dan keluar masuk kamar mandi. Yang terakhir itu saya saja sih. Saya grogi makanya jadi bertingkah aneh seperti keluar masuk kamar mandi.

Kemudian saat yang dinantikan itu tiba juga. Saya dan Jalal sedang duduk di sofa ketika terdengar suara langkah kaki di tangga menuju lantai dua. Lalu tiba-tiba saja, Bang Nics muncul di pintu dengan seragamnya: kaus putih dan celana panjang. *Jrengg* Saya speechless. Bang Nics menyalami saya dan Jalal lalu duduk di sofa sebelah kami sedangkan saya masih terdiam, berusaha meyakinkan diri sendiri kalau ini benar-benar terjadi. Hehehe :D

717371948
Bang Nics dengan kaus putihnya.

Ternyata ada beberapa hal yang mungkin terjadi ketika kamu grogi berhadapan dengan seseorang yang kamu idolakan. Mulai dari dirimu yang mendadak gagap, produksi keringatmu yang mendadak berlebihan, suhu udara di ruangan mendadak terasa meningkat, sampai fokus perhatianmu yang mendadak kacau. Detil peristiwanya lebih baik saya simpan sendiri ya karena terlalu memalukan. *ihik*

Saya belum pernah bertemu Nicholas Saputra secara langsung sebelumnya. Segala bayangan yang saya punya tentang dia mungkin sama seperti kebanyakan penggemar lainnya yang mengenalnya lewat peran yang ia bawakan di film-film. Dalam bayangan saya saat itu, Bang Nics bisa jadi dingin seperti Rangga atau Gie. It suits him well anyway. Sepertinya kebanyakan kita pun mengenalnya demikian, bukan? Tetapi obrolan kami selama kurang lebih 1-2 jam itu cukup mengubah pandangan saya tentang Bang Nics. He can be funny, he can be serious, but above all, he knows what he wants. *azeek*

Sore itu kami membicarakan banyak hal mulai dari komunitas yang akan kami datangi, kegiatan yang akan kami lakukan, tempat tinggal kami selama Journey sampai makanan yang harus kami coba di setiap destinasi kami! Seruuu sekali. Saya sampai tidak rela mengingat perjalanan kami baru akan dimulai satu bulan lagi. Rasanya terlalu lama! *guling-guling* Tetapi saya tidak mau terlihat super excited di depan seluruh team saat itu. Harus (sok) kalem dan jaga image dong. *kedipkedip* Padahal di dalam hati, saya sudah terbang entah ke mana.

717384556
Suatu Siang Di Yado.

Segembira apapun saya, pertemuan siang itu pun harus usai juga. Jam 6 saya harus sudah sampai di airport untuk check-in. Padahal saat pembicaraan kami selesai, jam sudah menunjukkan pukul 16.30. Setelah berpamitan dengan Bang Nics, Jalal, Om Adhe, Mbak Mandy dkk, saya diantar ke bawah oleh team Nescafe. Mengingat saat itu sedang jam pulang kantor (yang berarti kemacetan Jakarta sedang gila-gilanya), saya memilih naik ojek saja ke Terminal Blok M. Rupanya pilihan saya tepat. Tidak sampai 15 menit saya sudah sampai di terminal dan langsung dapat bus pula. *phew* Kurang lebih satu jam kemudian saya sampai di Bandara Soetta dan berhasil check-in dan boarding ke pesawat tepat waktu menuju Yogyakarta.

And so…that’s all. Demikian cerita simulasi Nescafe Journey 2 yang saya ceritakan dengan ‘cukup’ panjang. Saya berusaha menceritakannya dengan cukup detail mengingat tidak adanya dokumentasi video saat simulasi. Semoga dengan membaca cerita ini kalian dapat ikut merasakan keseruannya, ya! :-)

End.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s