Nescafe Journey 2: The #YouthCulture Team

Sebelum memulai rangkaian cerita perjalanan saya di Nescafe Journey 2, saya ingin memperkenalkan terlebih dahulu anggota team #YouthCulture yang membuat keseluruhan perjalanan ini terasa lebih seru, lebih menyenangkan sekaligus melebihi segala ekspektasi saya sebelumnya. Bagi yang belum tahu, team #YouthCulture ini terdiri dari 5 orang laki-laki dan 1 orang perempuan. Yep, ini adalah perjalanan perdana saya dengan teman perjalanan yang semuanya laki-laki.

Awalnya banyak keraguan di benak saya: Apakah kami akan menjadi team yang solid? Apakah siklus PMS saya yang bertepatan dengan pertengahan perjalanan akan mengganggu trip kami? Apakah saya dapat beradaptasi dengan team full laki-laki yang mostly akan cuek, logis dan tidak mengerti jalan pemikiran perempuan? Lima belas hari kemudian saya menemukan jawaban dari segala keraguan saya itu.

Inilah keenam anggota team #YouthCulture dengan biodata mereka (menurut pengamatan saya, tentunya) :

The Leader

a

Name: Nicholas Saputra // Nico // Nicsap // Bang Nics // Bang Bos // Masbro

D.O.B: February 24

Nicholas Saputra adalah seorang full-time traveler dengan gelar Sarjana Arsitektur yang mempunyai pekerjaan part-time sebagai aktor film layar lebar di Indonesia. Pria yang sehari-hari sering mengenakan kaus berwarna putih ini menyukai kopi, lumpia basah dan kue lidah kucing Toko Oen Semarang. Walaupun terlihat dingin dan galak serta memiliki tatapan yang mematikan (atau melelehkan hati, bagi sebagian kaum hawa), sebenarnya Bang Nics adalah seorang pria baik hati yang menyukai anak kecil (dalam keadaan tertentu). Di samping berakting, ia juga memiliki banyak keahlian seperti berkuda dan kemampuan tersenyum-tanpa-terlihat-tersenyum. Menurut beberapa orang yang kami temui selama Journey, kami memiliki sedikit kemiripan sehingga terkadang dikira kakak-adik atau…..bapak-anak.

The Fixer

b

Name: Adhe Suraatmaja // Bapak Umar Kadi // Om Adhe // Gandalf

D.O.B: June 17

Pria dengan rambut panjang berwarna perak yang menawan ini adalah seorang fixer sekaligus pegiat alam bebas yang handal. Keahliannya di alam bebas mencakup segala bidang mulai dari pendakian gunung, penelusuran goa, panjat tebing, arung jeram, diving, hingga kayaking. Laki-laki penggemar berat buah kelengkeng ini sangat kalem dan sabar dalam menghadapi anak muda yang aneh-aneh seperti saya dan Jalal. Manajemen mood dan stress Om Adhe sangat jempolan, ia mampu bersikap tenang segenting apapun situasinya. Selain mampu menyupir dalam segala kondisi, pria penyuka musik reggae ini juga seorang pendengar curhat yang baik. Om Adhe adalah papa saya selama perjalanan Journey. *ngaku-ngaku*

The Videographer

c

Name: Ismail Fahmi Lubis // Ezther // Bang Etek // Om Etek

D.O.B: February 1

Bang Etek tidak pernah memperkenalkan diri dengan nama aslinya sejak awal perkenalan kami. Ia selalu memperkenalkan diri sebagai Ezther atau Etek. Selain itu ia juga kurang suka dipanggil “Om” dan meminta kami memanggilnya “Bang”. Penampilan Bang Etek sehari-hari memang terlihat sangar dengan anting-anting dan topi kulitnya yang keramat dan bersejarah, tetapi sebenarnya ia bukan seseorang yang menyeramkan. Ia tidak pernah lupa membawa kameranya ke manapun ia pergi untuk menangkap momen-momen Journey kami. Dalam perjalanan ini, Bang Etek adalah orang yang selalu bangun paling pagi sebelum matahari terbit. Kemampuan sepiknya yang hebat sering membawanya ke dalam obrolan seru dengan orang-orang baru yang ia temui sepanjang perjalanan. Di balik penampilannya yang sangar, Bang Etek menyimpan segudang pengalaman sebagai kru produksi film dokumenter internasional.

The Editor

d

Name: Nogusta Isdiyanto // Mas Bocor Ocoy // Mas No // Masbrocor

D.O.B: April 5

Masbro Editor ini paling sulit ditemukan fotonya dalam kamera kami. Hal ini disebabkan karena ia lebih sering mendekam di kamar hotel untuk mengedit video daripada ikut berjalan-jalan dengan kami. *pukpuk* Walau begitu, kami sering menghiburnya dengan membawakan makanan yang enak-enak ketika kembali ke hotel. Pria single yang sudah cukup berpengalaman di dunia perfilman ini memiliki bakat melawak yang sebenarnya patut diasah. Kegemarannya melantunkan sebuah jingle iklan minyak telon di radio sempat menular pada seluruh anggota team. Sayangnya sampai akhir Journey kami tidak berhasil menemukan iklan tersebut. Pria lulusan AKINDO Jogja ini adalah seorang high quality jomblo yang menyukai anak-anak. Ingin berkenalan dengannya? PM saya.

The Winner #1

f

Name: Gabrielle Irene // Gebooy // Gaby // Gebuk // Si Ratu Sisir

D.O.B: May 20

Oke, ini saya sendiri. Sebagai perempuan satu-satunya di dalam team, saya nyaris saja ‘mengubah’ gender saya di penghujung hari keempat perjalanan kami. Bertamasya setiap hari dengan lima laki-laki gesrek ini kadang-kadang membuat saya lupa kalau saya masih perempuan. Apalagi kalau mereka semua sudah memulai boys talk yang membuat saya terbatuk-batuk. Eitsss tapi menjadi satu-satunya perempuan dalam suatu perjalanan juga banyak untungnya kok … *wink* seperti dibuatkan kopi, dipayungi saat hujan, dipijat saat capek-capek, dibawakan barangnya kalau berat, dibayarin saat nggak punya duit… *mengkhayal* Nope, bukan keuntungan semacam itu juga sih (sayangnya). Hehehe. Yang jelas, selama lima belas hari Journey, saya merasa memiliki satu saudara, dua abang, satu bapak dan satu om yang super asik.

The Winner #2

e

Name: M. Jalaluddin Sofan Fitri // Jalal // Jalals // Jalski

D.O.B: April 4

Jalski si manusia ajaib ini menjadi bumbu yang unik dalam perjalanan kami. Tanpa Jalal, perjalanan ini mungkin akan terasa berbeda dan hambar. Walaupun tingkahnya seringkali membuat kami gemas tetapi kehadiran Jalal menjadi warna tersendiri dalam trip team #YouthCulture. Selama lima belas hari, ia berhasil membuat kami berteriak kesal, tertawa terpingkal-pingkal sekaligus menggelengkan kepala dengan heran. Cah Blora yang super PD ini tidak pernah menolak mencoba hal baru. Ia juga tidak pernah malu bila gagal melakukan sesuatu atau membuat kesalahan. Kalau kita menanyakan tentang pengalaman hidupnya maka bersiaplah, ia akan mulai bercerita panjang lebar tentang hal-hal yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Oh ya, jangan tertipu dengan penampilan seramnya. Karena walaupun sangar, selera musik Jalal  semanis BCL dan Siti Nurhaliza! :))

“Some people come into our lives and quickly go. Some stay for a while, leave footprints on our hearts, and we are never, ever the same” ― Adlai E. Stevenson II

Advertisements

One thought on “Nescafe Journey 2: The #YouthCulture Team

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s