Nescafe Journey 2: Satu Hari Sebelum Valentine (JOG – CKG)

Rabu, 13 Februari 2013

Berbekal beberapa potongan gambar dari Tumblr tentang destinasi Nescafe Journey team #YouthCulture, saya berangkat ke Jakarta untuk berkumpul dengan team #YouthCulture sehari sebelum hari keberangkatan. Ini adalah pertama kalinya saya pergi traveling selama 15 hari. Rupanya barang yang harus saya bawa tidak sedikit.

a
di depan kamar kost :)

Kali ini si Mami datang jauh-jauh dari Semarang untuk menemani saya packing. Yes i know, manja banget yes? Sehari sebelum keberangkatan, kami berdua berkeliling toko-toko outdoor di Jogja untuk mencari beberapa item seperti sendal gunung, topi, jam tangan karet dan celana jalan-jalan. Kebetulan sendal gunung saya hilang ketika dipinjam teman untuk naik gunung, lalu saya pun ternyata tidak punya topi, jam tangan dan celana yang memadai untuk perjalanan ini. Jadilah saya membeli beberapa barang itu. Selesai packing, kami mampir ke klinik (untuk mengambil surat keterangan sehat) dan toko Bakpia Kurnia Sari untuk mengambil titipan Bang Nics. Haish, banyak kali pun titipannya, bukan cuma bakpia lho! :p Setelah ke sana kemari beberapa lama, akhirnya urusan beli membeli pun selesai. Saya dan si Mami segera meluncur ke airport!

Setelah cipika-cipiki, si Mami kembali naik taksi menuju pool travel untuk kembali ke Semarang sedangkan saya pergi mengantre di counter check-in sebuah pesawat yang akan membawa saya ke Jakarta, titik awal perjalanan hebat ini. Setelah check-in dan membayar airport tax, saya duduk di ruang tunggu Bandara Adi Sucipto menunggu panggilan boarding. Sungguh, saat itu saya senyum-senyum sendiri. Tumben sekali tidak ada rasa galau seperti yang umumnya saya alami setelah berpamitan dengan orangtua. Saya menelpon dan mengirimkan sms ke beberapa orang untuk pamit sekaligus titip penjelasan pada dosen yang (seandainya) menanyakan hilangnya saya dari kelas.

Tidak lama kemudian, panggilan boarding menggema di ruang tunggu. Saya segera memasuki pesawat dengan carrier merah kesayangan. Bangga sekali rasanya. Maklum, sudah lama saya ingin beli carrier tapi belum kesampaian karena cukup mahal. Eh, tiba-tiba diberi cuma-cuma karena menang Nescafe Journey. Jadilah carrier Deuter merah ini kesayangan saya. Memasuki cabin pesawat, rasa bangga saya berubah menjadi rasa malu karena ternyata saya tidak kuat mengangkat carrier itu ke bagasi di atas tempat duduk. Hahaha. Gayanya selangit, merasa diri female solo traveler yang independen, eh…mengangkat carrier ke bagasi saja kewalahan. x)))

Jakarta yang tertutup 'kabut'
Jakarta yang tertutup ‘kabut’

Sampai di Cengkareng, saya langsung mengantre di pool Damri. Kali ini rasanya seperti deja vu karena bulan Januari lalu saya juga mengantre di pool bus ini. Perjalanan bus dari Cengkareng menuju Blok M terasa menyenangkan seperti biasanya. Yang sedikit berbeda, kali ini ada yang menjemput saya di terminal: Om Adhe dan Lemeun (baca: Lemon)! Odi dan Lemon (pemenang trip Nescafe Journey #MeetingNewPeople dengan Mas Dartow) memang baru saja sampai di Jakarta tanggal 12 Februari, jadi mereka masih nongkrong di Yado sampai hari ini untuk menyelesaikan hal-hal post-Journey.

Di Yado (markas CGI sekaligus tempat nongkrong keluarga Nescafe Journey) saya disambut Odie dan Mbak Vina serta om-om dari grup fixer. Saya segera membuka setoples kue kering Toko Oen untuk dimakan bersama-sama. Sebenarnya kue kering ini juga salah satu titipan Bang Nics, tapi saya sengaja beli lebih untuk dibagi ke orang lain. Iya, melalui cerita ini kalian semua tentu menyadari kan betapa Bang Nics memang suka ngganyem segala-gala makanan… :p

Menjelang malam, Mbak Vina membukakan kamar untuk saya beristirahat. Kebetulan di kompleks kantor CGI di Yado itu ada kost-kostan yang disewakan, nah, saya disewakan salah satu kamar di sana. Nyaman sekali! Kasurnya empuk, dengan karpet besar di lantai dan dinding berwallpaper. Saat itu rasanya saya ingin segera mandi dan tidur karena lelah. Tetapi akhirnya rencana itu pun tidak terlaksana karena saya asyik ngobrol dengan Odie, Lemon, Mas Bhre, Om Bule, Bang Etek dan Mbak April yang datang berkunjung. Mereka semua team Nescafe Journey. Begitulah markas Yado, selalu ramai, seru dan penuh kenangan. Sayang sekali saat blogpost ini ditulis, markas CGI di Yado sudah pindah ke Pondok Indah. *hiks*

Setelah makan dan ngobrol ngalor-ngidul cukup lama, satu per satu dari kami pamit pulang. Kantor Yado pun mulai sepi dan saya beranjak ke kamar. Sekitar jam 11 malam saya memutuskan untuk tidur, tetapi kenyataannya tidak bisa. Saya berkali-kali terbangun karena ‘alarm biologis’ saya bersiap-siap membangunkan saya jam 2 pagi. Sebelum tidur, saya dan Om Adhe memang janjian untuk packing sekitar jam 2 pagi karena kami harus sudah meluncur ke airport jam 3 pagi. Akhirnya karena sudah kadung tidak bisa tidur dan sudah hampir pukul 2, saya pun meng-sms Om Adhe. Rupanya si Om sudah di kantor! Saya pun menyeret segala perlengkapan saya ke bawah untuk dikemas.

Skill packing Om Adhe benar-benar keren. Tiga tas yang saya bawa berhasil dikurangi menjadi dua. Beberapa barang team dijadikan satu ke dalam dua tas besaaar. Ya, besaaar dengan tiga huruf ‘a’ karena memang besar sekali. Tas-tas tersebut kami isi dengan benda-benda yang bisa kami share dan tidak bersifat terlalu pribadi seperti pakaian dalam atau baju sehari-hari. Contoh:  sleeping bag, botol air, charger, raincoat dan obat-obatan. Hal ini untuk memudahkan kami saat check-in dan transit-transit di bandara, mengingat kami serombongan membawa bawaan yang cukup banyak. Tas-tas yang menjadi tanggung jawab kami pribadi hanya carrier dan handbag.

Menjelang jam tiga pagi, Jalal baru sampai di Yado. Sepertinya dia sempat nyasar dengan temannya. Untunglah persiapan kami saat itu sudah 90% jadi jam tiga lebih sedikit kami sudah bisa meluncur ke Soetta. Rombongan saat itu: saya, Om Adhe, Jalal, Om Bule, dan si mimin @IniBaruHidup. Tiga anggota team #YouthCulture yang lain akan langsung menyusul di bandara.

Phew! Akhirnya rangkaian blogpost penuh detail dan kronologi pra-Journey selesai juga. Kali ini tidak banyak foto yang bisa saya tampilkan karena saya memang tidak banyak mengambil foto saat itu. Ribet, euy! Tapi yang paling penting, setelah ini cerita perjalanan yang sesungguhnya baru akan dimulai… :) nantikan ya!

Advertisements

One thought on “Nescafe Journey 2: Satu Hari Sebelum Valentine (JOG – CKG)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s