Japan Journal #018 – Cleaning Day

Hari ini adalah hari bersih-bersih. Yak, setelah seminggu lebih nggak diurus, kamar saya pasti udah nggak layak ditinggali sebenernya. Berantakan banget! Entahlah ini blessing atau curse, tapi saya tuh bisa tidur dengan kondisi kamar kayak apapun juga kayaknya. Kecuali kalo udah dirambatin serangga-serangga atau ada bau-bau nusuk banget ya. Pertama yang saya lakukan adalah… mengangkat barang-barang dari lantai tatami dan baru kemudian menggulung kasur. Hal ini supaya lantai tataminya keliatan, kan mau dibersihin. Waktu itu kondisinya emang udah agak gawat sih, barang bertebaran di mana-mana. Nah, kemudian setelah tataminya keliatan, saya ambil vacuum cleaner dan mulai membersihkan debu-debu di tatami. Setelah di-vacuum, tatami perlu dilap-lap basah sedikit.

Setelah itu saya cuci piring, gelas, dan juga baju kotor. Untunglah pake mesin cuci, jadi bisa ditinggal untuk mengepel tangga dan lantai bawah. Kemudian, setelah kelar dicuci, bajunya saya masukkan ke pengering. Waktu mengeringkan baju itu saya sambi untuk beberes kamar. Baju selesai dikeringkan, saya kosongin jemuran di jendela buat ngejemur baju-baju yang fresh from pengering. Setelah itu baru bisa tenang menggosok baju-baju yang sebelomnya saya gantung. Klaar! Baru aja menghela napas lega, hati gembira melihat kamar rapi sekali (sampe saya foto-foto lho), eeeh… Tiara bilang sebentar lagi mau dijemput Pak Fajar buat ke Aeon, Hard-off dan tempat favorit segala umat: hyakuen shop. Ah~ senang sih diajak jalan-jalan…..tapi tapi tapi kan kamarnya baru aja dirapiin, baru aja asik dibuat gogoleran…. *sigh*

Akhirnya saya janjian buat ketemu Tiara, Ayyi dan Pak Fajar di kaikan (international house) setelah mereka kelar belanja di Aeon dan Hard-off. Saya maunya ke hyakuen shop ajah. Sementara mereka pergi, saya cari makan. Hari ini pokoknya mau cari yang baru! Setelah muter-muter keliling kota, akhirnya saya mampir ke Yoshinoya. Iya, Yoshinoya yang lumayan tenar di Jakarta ituh. Saya inget dulu pernah makan di PIM kayaknya lumayan enak. Jreng. Begitu masuk dan celingak celinguk, saya milih paket nasi, miso shiru, salmon dan daging sapi. Hm, enak juga! Tapi mana paketan yang ada gorengan bento-bento itu ya? Ternyata di sini nggak ada. Tapi lumayan lah, bisa kunyah-kunyah salmon.. x)

Nggak berapa lama, saya balik ke kaikan untuk pergi ke hyakuen shop, alias toko 100 yen. Toko yang membahagiakan dan berbahaya. Saya beli beberapa barang penting kayak rak dan batre untuk kompor. Prestasi tuh, ke hyakuen shop dan cuma beli barang penting.

Jam 4 ada rapat perdana PPIJ Komsat Saga di kaikan. Iya, saya kemarin terpilih jadi sekretaris I PPI. Jadinya datanglah saya ke rapat perdana ini. Rapatnya sedikit molor mulainya karena mengikuti “waktu Indonesia” :p tapi asiknya, Mbak Larin datang bawa edamame buat cemilan. Yey. Saya juga dapet hibah snack-snack yang ternyata non-halal. Hehehe. Lumayan… :D

Malamnya, saya dan Tiara tepar jadi kami di rumah saja gogoleran…dan saya masak indomie. Ugh, tanda-tanda homesick menyerang? Better not.

Sun, 13.10.13

11.34 PM

Di atas futon di kamar sendiri, gogoleran.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s