5000 Kilometer Menuju Saga (Part. 2)

15 menit di angkasa, sakit perut saya hilang dengan ajaibnya. Beberapa saat setelah pesawat berada di ketinggian yang cukup untuk melihat langit biru, kita akan memasuki saat-saat hening yang menyenangkan di dalam cabin. Kebetulan saat itu saya duduk sendirian. Tidak ada anak-anak kecil atau keluarga yang biasanya duduk berderet dan banyak ngobrol. Lucky me. Saya banyak berdiam diri di tempat duduk saya dan mengatur napas. Shortly after that, I felt calm and content. Syukurlah! Sisa perjalanan di atas pesawat bisa saya habiskan dengan membaca majalah dan memfoto ‘up in the air’ stills dengan hati ringan dan gembira.

Changi, Singapura

l

Sudah 9 tahun berlalu sejak saya menjejakkan kaki di bandara ini. Banyak sekali yang berubah. Bahkan saya tidak ingat lagi bagian dari Changi yang mana yang saya kunjungi tahun 2004 lalu. Keluar dari pesawat, saya cukup kebingungan mencari tempat tujuan saya selanjutnya. Sudah lama sekali saya tidak bepergian ke luar negeri. Saya sudah lupa prosedur apa saja yang harus saya lalui. Untunglah saya bisa tetap (sok) tenang dan menerapkan salah satu skill yang diajarkan di fakultas saya : observasi. Long story short, saya berhasil menemukan konter imigrasi dan kemudian mengambil bagasi saya. Tahap 1 lolos. Selanjutnya, saya berencana untuk ikut city tour gratis dari Changi. Untuk itu, saya harus menitipkan koper di Left Baggage yang ada di Terminal 1.

a
eco-friendly Changi.

Putar,  putar, putar, tanya, tanya, tanya. Sampailah saya di konter Left Baggage. Tapi ternyata karena kesalahan kecil saat packing, saya akhirnya mengurungkan niat untuk menitipkan koper sekaligus membatalkan niat untuk ikut city tour gratis. Kemudian saya baru ingat kembali koper-koper saya semuanya overlimit. Ada gosip yang beredar, kalau kita memasukkan koper-koper tersebut jauh dari waktu tutup loket, kemungkinan lolos cek timbangannya lebih besar. Maka seketika meluncurlah saya ke loket early check-in maskapai TG. Dua puluhan menit menunggu, antrian di belakang saya semakin panjang, kemudian saya baru sadar saya mengantri di loket Qantas! Bukan loket maskapai TG. Duh!

sedang ada exhibition kecil dari Switzerland Tourism Board.
sedang ada exhibition kecil dari Switzerland Tourism Board.

Kelar check in di konter early check-in yang benar (yang ternyata kosong melompong), saya mencari makan untuk perut saya yang akhirnya bisa kembali merasakan nikmatnya lapar. Sebuah restoran di Terminal 3 menjadi tujuan saya karena nilai nostalgianya: Popeyes Chicken & Seafood. Dulu, restoran ini pernah membuka cabang di mal dekat rumah saya di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Saya suka makan di sana karena berbeda dengan resto fast food lainnya, Milo menjadi salah satu minuman default yang kedudukannya sejajar dengan para soft drink. Selain itu kentang goreng ala cajun-nya juga oke! Tetapi akhirnya restoran ini sepertinya punah dari mal-mal besar di Jakarta. Entahlah masih ada atau tidak keberadaannya.

f
KOI, the best bubble tea in the world (?)

Sesudah itu saya hunting konter bubble tea yang katanya paling enak seduniak : KOI Bubble Tea.  Maklum lah, baru bisa merasakan lapar lagi jadinya sedikit kalap makannya. KOI ternyata tidak jauh dari Popeyes. Saya pesan bubble tea rasa Ice Cream Ovaltine (apa pula rasa bubble tea kayak gitu) plus topping bubble. Yup! Yummy indeed. Slrrrp.

Playground for kids.
Playground for kids.

Oya, untuk bepergian antar terminal di Changi, kita tidak perlu susah berputar-putar jalan kaki atau naik mobil. Cukup menunggu Skytrain yang akan datang tiap beberapa menit sekali. Skytrain ini semacam monorel yang bergerak bolak-balik di lintasan lurus antara T1-T3 dan T1-T2. Gerbongnya cuma 2 dan benar-benar hanya melintas maju mundur saja. It’s a nice service from Changi, though.

h
Terminal 3 : Keberangkatan ke Amerika dan Amerika Selatan.
n
Kinetic Rain – seni instalasi yang indah di T1 Changi

Saya rasa menunggu seharian di Changi pun tidak akan terasa membosankan atau melelahkan. Banyak sekali tempat refreshing, tempat bermain anak-anak dan bahkan tempat istirahat untuk para wisatawan yang sedang transit. Mulai dari bioskop 3D (atau 4D?), seluncuran 3 lantai, taman-taman indoor dan outdoor, kolam renang, gym, hotel di dalam airport, spa, sampai berbagai macam restoran ada di sini. Belum lagi akses internet dan berbagai toko oleh-oleh yang bisa kita jumpai di seluruh pelosok airport ini. Hari itu saya langsung berencana untuk pulang via Changi lagi tahun depan, tapi saat itu saya akan transit lebih lama lagi. Hehehe. Untuk lengkapnya bisa cek di websitenya langsung ya.

d
The Slide @ T3
e
The Slide @ T3

Sekitar jam 6 sore, saya memutuskan untuk masuk ke terminal keberangkatan. Sebelumnya saya harus kembali ke  konter check-in entah untuk apa. Saya sempat deg-degan melihat manager TG tampak mondar-mandir di depan konter. Kalau sampai si manager ‘ngeh’ dengan bawaan cabin saya yang overlimit begimana dong? Tapi akhirnya, semuanya lancar jaya. Saya pun diberitahu si mbak maskapai TG kalau saya seharusnya langsung masuk saja tidak apa-apa. Pfft.

Di dalam terminal keberangkatan Changi, saya segera ke meja informasi untuk menanyakan kamar mandi. Saya pernah baca kalau di sini ada ruangan shower dengan segala toiletries-nya gratis. Eh, ndilalah, untuk memakai ruangan shower itu kita harus bayar 10 SGD. Ha ha ha, ya sudah lah saya…ndak mandi saja. :)))

o
Departure Gate T1

p
Social Tree – ‘pohon’ social media di dalam terminal keberangkatan.
r
– salah satu kursi pijat yang tersebar di seluruh Changi

Ada kejadian menarik ketika saya menunggu panggilan boarding di depan gate keberangkatan saya. Karena sudah capek, kucel dan tidak bisa mandi pula, saya ke kamar mandi untuk cuci muka dan isi air minum. Setelah itu saya kembali ke kursi saya untuk chatting dengan orang rumah. Tapi tiba-tiba HP saya tidak ada! Duh. Saya panik membongkar bawaan cabin saya, tapi tetap saja HP itu tidak ketemu. Akhirnya saya berusaha menelusuri tempat-tempat yang saya datangi sebelumnya. Ketika di toilet, saya bertemu ibu petugas kebersihan yang mengatakan kalau HP saya sudah dia taruh di meja informasi di ujung lorong. Ternyata dia sudah cukup lama menunggu saya kembali tetapi tidak datang juga. Saya langsung berlari ke meja informasi dan di sana tampak beberapa petugas sedang berkumpul. Setelah menjelaskan bahwa hp saya hilang, ada dua mbak yang kemudian menginterogasi saya. “What color is your phone?” “Where did you left it?” “What is the brand of your phone?” “What is the background picture?” Duaarr.. Saya yang panik berasa lupa semua dan menjawabnya tergagap-gagap. Si mbak petugas semakin curiga, lalu dia membuka Whatsapp di HP saya untuk memastikan lebih jauh. “Who is the last person you contacted in Whatsapp?” Dyaarrr. Mana saya inget? It was my farewell day, so there are some people who chatted me. Saya kembali tergagap dan mencoba menjelaskan. “Pokoknya di situ ada group DREaM 2013, ada group Nescafe, ada chat dengan Mami, dia ibu saya, ada juga chat dengan Ci Misyel, dia kakak saya..” Lalu belum puas juga lho si Mbak ini. “Hmm, who are the members of group DREaM 2013?” Matih. Mbaknya ini persistent banget lho. Ya sudahlah saya jawab semuanya. Akhirnya HP saya dikembalikan dengan segala wejangan-wejangan supaya jangan ceroboh. Fyuh.

Kembali ke kursi, gate saya ternyata sudah dibuka. Antrian sudah mengular panjang. Pfft. Sial. Padahal tadi waktu saya tinggal untuk mencari HP yang hilang itu, gate ini masih kosong lho. Ya sudahlah, saya kembali menyeret segala bawaan cabin ke dalam gate melewati ribetnya pemeriksaan keamanan dan lalu masuk ke pesawat. Kali ini pesawatnya agak besar dan lebih bagus karena bukan maskapai AA lokal lagi… Hehe :)

s
“sawasdee kha..” sapa si mbak pramugari.
t
a decent meal after a long tiring day … plus free wine for a nice sleep :)

Japan is getting near. Next stop, Bangkok!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s