Japan Journal #064 – Wasuremono.

Wasuremono. Beberapa hari yang lalu saya baru belajar vocab baru ini dan langsung tertegun karena merasa familiar. Saya tidak tau pernah dengar di mana atau mungkin pernah baca di suatu tempat, tapi kata ini terasa romantis sekali. Artinya sederhana: something forgottenatau sesuatu yang tertinggal atau terlupa.

Sebagai seseorang yang menyukai barang-barang dari masa lalu, saya senang sekali ketika suatu barang, lagu, film, gambar, atau bahkan aroma tertentu, tanpa saya duga, bisa mengingatkan saya tentang sebuah memori berharga di masa lalu. Menurut saya, memori yang tersimpan di alam bawah sadar itu bisa juga masuk dalam kategori ‘wasuremono’. Karena ketika memori itu ‘terpanggil’ kembali, rasanya seperti… “ah, iya, kok saya bisa lupa memori ini ya?” … It’s a nice feeling… :)

Beberapa hari yang lalu, saya baru saja menemukan salah satu ‘wasuremono’ itu. Ketika itu sudah jam 7 malam, saya sedang menuju kasir di sebuah supermarket ketika saya mendengar lagu yang diputar di radio supermarket itu. Tiba-tiba saja bayangan rumah saya di Srondol terlintas, siang hari, lengang, adik saya sedang bermain PlayStation, dan lagu yang sama juga terdengar. (Saya cinta sekali rumah saya di Srondol itu. Rasanya itu salah satu masa terbaik dalam hidup saya, walaupun banyak ‘gejolak masa remaja’. Haha.) Rupanya, lagu itu adalah lagu soundtrack NFS: Underground yang saat itu setiap hari dimainkan adik saya. Dulu saya sering berantem sama dia karena rebutan jam main PS. Si adik ini kalau main NFS lamaaaa sekali. Padahal kalau habis dimainkan lama, PS harus diistirahatkan dulu. Waktu main Kingdom Hearts dan FFXII saya habis dong. *HUH* …tapi malam itu, saya nggak nyangka lagu itu bisa mengingatkan saya dengan rumah. :’)

Sebenarnya masih banyak ‘wasuremono’ lain yang saya ‘temukan’ karena hal-hal sepele di Jepang ini. Tapi, mungkin kapan-kapan lagi ya. Soalnya sekarang sudah malam dan PR saya semingguan ini sudah acakadut bolong-bolongnya. (Oh, Koga sensei, tolong PR-nya dua hari sekali aja, plis.)

Wed, 27.11.13

10.25 PM

Di kamar, gegoleran di depan pemanas, leher sudah pegel.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s