Japan Journal #073 – Overwhelmed.

*Warning: post ini penuh keluh kesah, kalau tidak ingin bete membacanya, boleh diskip saja.

Hari ini saya senang sekali karena ini hari Jumat, di mana tidak harus memikirkan shukudai* untuk besok. Setelah hampir 2,5 bulan belajar bahasa Jepang intensif dengan kelas setiap pagi, saya merasa keteteran. Overwhelmed. Sepertinya memang remeh, hanya masuk kelas selama 1,5 jam setiap harinya plus mungkin 1 atau 2 kelas tambahan setelahnya… tapi kenyataannya, saya capek. Tidak hanya saya, teman-teman saya juga mulai bosan dengan PR yang ada setiap hari. Well, andaikan pekerjaan saya hanya fokus di Japanese class ini, mungkin saya tidak akan overwhelmed. Pada kenyataannya, saya memang tidak hanya mengurusi Japanese class. Trip Winter Break yang makin dekat rupanya sangat menyita waktu dan pikiran saya karena sulit sekali mencari hotel di penghujung tahun ini. Apalagi di Kyoto dan Osaka. Belum lagi ada sedikit masalah dengan kelompok ngetrip saya, yang sepertinya (dan saya harap) terjadi karena salah paham dan perbedaan budaya. Belum juga mulai ngetrip-nya. *geleng-geleng*

Kehidupan saya di sini juga sedikit berbeda karena ketambahan tugas domestik seperti cuci piring, cuci baju, belanja sembako dan mengurus tagihan rumah. Terlihat sepele, tapi percayalah, tidak sepele sama sekali. Bulan-bulan pertama ini, saya paling bete mengurus tagihan sih. Lalu ada tagihan telepon dan internet juga yang kalau mau diurus, baik itu daftar, cancel atau ada problem, harus full pakai nihongo**. MLSBGT. Memang ada yang membantu kami, tapi saya sendiri tidak suka kalau terus menerus harus dibantu. Merepotkan. Pinginnya sih bisa mandiri, mengurus segala sesuatu sendiri. Tapi apa daya…

Ngomong-ngomong soal mandiri, sejak hidup di sini, saya memang belajar banyak. Walaupun tidak lancar nihongo, saya tidak mendapat perlakuan spesial. Dalam kehidupan sehari-hari saya tetap dituntut untuk mandiri. Dulu di Jogja, kalau pakaian menumpuk, tinggal masukin kresek lalu jalan ke laundry kiloan terdekat yang jaraknya hanya 20-30 meter dari kost, ditimbang, lalu tinggal ambil 2-3 hari kemudian. Beres, praktis, murah (35 Yen /  Kg), sudah disetrika pula. Kalau lapar, malas masak, tinggal ke warung depan kost, beli nasi putih telor tempe, tunggu 10 menit, lalu paling hanya bayar 60 Yen sudah dapat es teh manis. Kalau ketinggalan materi pelajaran, tinggal ke fotokopian terdekat, tunggu sebentar, lalu paling hanya bayar 10 Yen sudah dapat satu modul. Kalau setelah makan buru-buru ke kelas, tinggal saja di meja kantin / warung / restoran, nanti juga pasti ada yang membereskan. Ban sepeda kempes? Tinggal ke abang tambal tubles, bayar 10 Yen (atau malah kadang-kadang gratis), duduk manis, kelar. Mau ke tempat yang agak jauh, malas naik sepeda? Tinggal telepon ojek langganan, tunggu sebentar, duduk manis, langsung diantar ke tempat tujuan. Dulu dari kost saya di Sagan ke TBY bayarnya sekitar 90 Yen. Kalau ingat semua itu, rasanya di Jogja hidup itu nyaman, praktis dan murah sekali. Hehe.

Perbandingannya… Di sini, kalau pakaian menumpuk, ya cuci, jemur, setrika sendiri. Untunglah bulan lalu sudah ganti mesin cuci yang otomatis, tinggal masuk sabun dan tunggu 40 menitan saja, beres. Bulan pertama saya di sini, masih pakai mesin yang semi-otomatis. Harus peras sendiri. Nggak kebayang kalo winter nanti disuruh peras cucian. Lalu, kalau lapar… ya masak atau beli. Sejauh ini masak memang lebih murah daripada makan di kebanyakan tempat. Kecuali kantin kampus. Semurah-murahnya kantin kampus, satu kali makan paling murah dan decent mungkin sekitar 300 Yen. Kalau bawa nasi sendiri bisa lah 200-an Yen. Ketinggalan materi? Mending catat dari catatan teman saja. Ada sih fotocopy, tapi sepertinya selembar 10 Yen dan self-service. Selesai makan buru-buru karena kelas sudah mau mulai? Tetep aja harus antri untuk buang sisa makanan, memilah sampah, dan taruh nampan, piring, mangkok, dan sendok di tempat cuci. Nggak akan ada yang bersihin sisa makanan kita. Dan kalau kita lupa, bisa ditegur atau minimal diliatin beratus pasang mata di kantin. Antrian menuju tempat cuci bisa panjang sekali di jam makan siang. Jadi harus manage sendiri waktunya. Kalau tidak sempat makan di kantin, lebih baik beli bento. Ban sepeda kempes? Tenang, ada pompa gratis … tapi mompa sendiri. Jadi pinjam pompanya di gedung X di kampus, bawa ke sepeda kita, pompa, lalu balikin lagi ke gedung X. Mau ke tempat yang jauh, malas naik sepeda? Siap-siap keluar duit lebih aja. Hehe. Di kota mungil Saga ini ada kereta, bus dan taksi. Naik bus, minimal keluar 150 Yen. Naik kereta, minimal keluar 160 Yen (sekitar 3 menit perjalanan). Naik taksi, hmm.. saya pernah dengar, ongkos buka pintu saja (kita nggak jadi naik misalnya) itu 700 Yen. Konon ya, tapi saya kurang tau untuk yang taksi karena belum pernah coba.. :’)) Mengingat biaya transportasi yang lumayan itu, saya sih mendingan naik sepeda yah.. Hehe.

Jadinya malah curhat gini, ya. Hehehe. Namanya juga jurnal kehidupan sih ya. Jadi isinya nggak melulu hepi. Maklum, yeu.. :))

Oh ya, belum sempat ngeblog beberapa peristiwa. Ringkasannya dulu aja ya.
1. Field Trip SPACE #1 – Saga-Jo, Takeo, Ureshino, Arita (19-20 Oct 2013)
2. Health Check Up (24 Nov 2013)
3. Samurai Parade (27 Oct 2013)
4. Halloween Eve Party (30 Oct 2013)
5. Saga International Balloon Fiesta 2013 (30 Oct – 4 Nov 2013)
6. Karatsu Kunchi 2013 (2-4 Nov 2013)
7. Saga Daigaku Daigakusai (9-10 Nov 2013)
8. Yoshinogari Park Stamp Rally (10 Nov 2013)
9. Tazaki Family Homestay (16-17 Nov 2013)
10. Mid-Term Exam (19 Nov 2013)
11. Kanzaki-shi Koyo Trip & Ogi Kiyomizutakeakari Trip (23 Nov 2013)
12. Kihara-Sensei Ghost Tour (26 Nov 2013)
13. My 1st Arubaito (21 Nov & 28 Nov 2013)
14. Field Trip SPACE #2 – Kumamoto-Jo, Suizenji Koen (30 Nov 2013)
15. Masak-Masak Bareng (30 Nov – 1 Dec 2013)

Yoshhh! Yuk mari nulis lagi.. :))

* Shukudai : PR
* Nihongo : Bahasa Jepang

Fri, 16.12.2013

03.25 PM

Di meja menghadap jendela, sebelah colokan, di International Students Lounge.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s