Selamat Datang di : Kyoto

Kyoto menjadi kota besar kedua yang saya kunjungi di Jepang setelah Fukuoka. Pertama kali menjejakkan kaki di stasiun Kyoto, jiwa saya sudah padam setengah. Teler, kecapekan. Tetapi atmosfer Kyoto yang khas berhasil menghidupkan kembali jiwa saya di hari berikutnya. Tiga hari di Kyoto, saya tau saya akan kembali lagi ke sana suatu hari nanti.

kyoto_metro_train_map
Penting: Peta Subway dan Kereta di Kyoto

Di post kali ini, saya akan coba mereview dan memberikan opini saya tentang bagaimana cara mengeksplor Kyoto dengan nyaman ala saya. Saya harap ini bisa berguna bagi kalian yang ingin jalan-jalan ke sana ataupun bagi saya di masa depan nanti.

Orientasi (center: Kyoto Station)
Daerah Barat : Arashiyama Bamboo Grove
Daerah Barat Laut-Utara : Kinkaku-ji, Ryoan-ji.
Daerah Utara-Timur Laut : Heian Shrine, Philosopher Walk, Ginkaku-ji, Nanzen-ji
Daerah Timur Laut-Timur : Kiyomizu-dera, Gion, Yakasa Shrine
Daerah Tenggara-Selatan : Fushimi Inari Taisha

Transportasi
Pilihan transportasi di Kyoto cukup lengkap: Bus, Subway, Kereta, Taksi. Daily pass untuk transportasi juga dijual di stasiun-stasiun ataupun di atas bus-nya langsung. Ketika di sana, saya hanya menggunakan Bus, Subway dan Kereta. Untuk mengeksplor kota ini dalam 2 hari, rasanya pilihan paling bijak adalah membeli Kyoto Sightseeing Card (2 Days) seharga 2000 Yen. Dengan kartu ini kita bisa naik bus dan subway berkali-kali sesuka hati. Selain itu ada diskon untuk masuk tempat-tempat tertentu walaupun kecil. Pass untuk bus memang lebih murah, tapi menurut saya tidak setara dengan waktu menunggu bus yang bisa jadi sangat lama. Belum lagi kalau harus berganti trayek karena perjalanan jauh atau salah naik bus. Berdasarkan pengalaman saya dan teman-teman saya, kami berlima setidaknya mengalami 1 kali salah naik bus di Kyoto. Peta yang diberikan cukup membingungkan karena tidak ada panah penunjuk arahnya. Subway di Kyoto juga efisien karena membelah ke arah Utara-Selatan-Barat-Timur di mana menjangkau hampir semua tempat wisata di sana. Keunggulan subway lainnya adalah: bebas macet, bebas hujan dan hangat. Saya traveling saat winter, jadi kehangatan itu faktor penting. Walaupun saya agak kecewa, tetapi bus di Kyoto tetap penting dan tidak bisa tidak digunakan. Kecuali kita tidak keberatan untuk jalan jauh, tentunya. Beberapa hotel atau tempat wisata di Kyoto berada jauh dari stasiun subway / kereta, jadi bus masih tetap esensial. Saat kita capek, kedinginan dan jauh dari subway, pilihan yang tepat adalah masuk ke bus. Lain halnya dengan kereta. Saya hanya menggunakan kereta 2 kali selama di Kyoto. Dua-duanya untuk menjangkau tempat di luar area Sightseeing Card seperti Arashiyama dan Fushimi Inari Taisha.

Akomodasi
Selama di Kyoto, saya tinggal di 2 hostel berbeda karena ingin mencoba berbagai hostel. Dari riset saya, hostel di Kyoto masih terbilang terjangkau dan wajar. Harga berkisar antara 2000-4000 Yen / per orang untuk dorm atau private room untuk lebih dari 2 orang. Karena saya traveling berlima, saya bisa menyewa full dorm room atau family room yang relatif lebih murah daripada single / twin room. Saat itu saya menginap di Guest House Yululu di daerah Karasuma-Oike dan Guest House Kyoto di daerah Kyoto Station. Dua-duanya lolos uji dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing. Menurut saya, paling oke memang tinggal di daerah Kyoto Station atau Karasuma. Tempat makan lebih mudah didapat dan transportasi pun lebih dekat. Tetapi saya rasa, daerah Gion juga layak dicoba. Kalau saya punya uang lebih, pinginnya sih coba menginap di ryokan (penginapan tradisional Jepang) di daerah Gion. Tapi sebagai anak muda sekaligus mahasiswa, bagi saya, menginap di hostel-hostel di Kyoto sudah lebih dari cukup. Bersih, murah, nyaman, aman, disediakan dapur, bisa bertemu orang baru sesama traveler, … cukup rasanya. Oya, bagi saya, futon jauh lebih nyaman dari bunk-bed. Tatami juga lebih nyaman dari ubin keramik atau lantai parket kayu imitasi. Japanese style room FTW.

Rekomendasi
* Fushimi Inari Taisha dan Arashiyama Bamboo Grove. Bagus sekali dan gratis.
* Kinkaku-ji. Mainstream, tapi melebihi ekspektasi.
* Gion – Hanamikojidori Area. Simply romantic.
* Eksplor Stasiun Kyoto.
* Warung “Standing Udon” di Shijo-dori, Kitsune Udon sekitar 300 Yen. Kenyang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s