Living My Tokyo Dream

Langit mendung dan hujan gerimis menyambut kedatangan saya di Bandara Narita siang itu. Pesawat low-cost carrier saya mendarat mulus di landasan pacu luas yang ternyata (benar-benar) terletak jauh dari pusat kota metropolitan Tokyo. Segera setelah turun dari pesawat, saya dan penumpang lainnya bergegas berjejalan di shuttle bus yang mengantar kami ke terminal kedatangan. Ada sedikit haru dalam hati ketika akhirnya saya bisa mendarat di bandara ini. I’ve been dreaming about this place for years. Pintu masuk ke kota metropolis impian: Tokyo.

IMG_6468

Berbekal tiket yang sudah saya booking online, saya berangkat ke Stasiun Tokyo dengan sebuah express bus. Sebagian besar perjalanan satu jam ini saya habiskan dengan melahap sarapan yang saya beli di bandara dan tertidur sesudahnya. Pagi itu, perjalanan saya ke bandara Fukuoka tidak sesuai rencana dan penuh rintangan. Gagang koper saya pecah, rencana ke terminal bus dengan sepeda gagal, saya harus berlarian di tengah hujan untuk mengejar pesawat di Fukuoka pula. Akibatnya saya lelah. Maksimal.

Turun di Yaesu Exit Stasiun Tokyo, saya menyeret koper menyebrangi jalan menuju sebuah gedung mirip mal yang megah. Saya masih termangu melihat ukuran jalan dan gedung di kota ini yang mungkin 2-3 kali lipat kota Saga. Semua serba besar! Udara di Tokyo juga masih relatif lebih dingin daripada Saga saat itu. Untunglah. Keputusan membawa jaket musim dingin tebal saya tepat.

IMG_2040

Gedung yang saya masuki ternyata adalah Stasiun Tokyo itu sendiri. Dibandingkan Kyoto dan Osaka, mungkin Stasiun Tokyo ini hampir sama besar dan megahnya. Tapi kalau dibandingkan dengan Gambir atau Stasiun Tugu, errr, mungkin ‘sedikit’ beda yah.

Dari Stasiun Tokyo, saya naik Yamanote Line menuju Akihabara dan lalu dilanjut Tsukuba Exp. ke Asakusa. Kesan pertama saya tentang kota ini: people. everywhere. and they walk so. DAMN. FAST. Nggak peduli sambil telepon, dengan banyak tentengan, gaijin-lokal, tua-muda, hujan-nggak hujan, selalu ada banyak orang berjalan cepat. Di mana-mana. At first, it was intense!

Muncul di permukaan tanah distrik Asakusa (well, karena Tsukuba Exp. itu subway), saya kembali menyeret koper mencari hostel KW yang akan menjadi tempat saya bekerja. Yoshi, sang manajer staf, akan menemui saya di lobby dan mengantar saya ke apartemen para staf. Saya sempat tersesat lagi ketika mencari hostel ini, btw.

IMG_2461
patung kappa di kappabashi, asakusa, deket apartemen staf.

Di apartemen para staf, saya kebagian tidur sekamar dengan cewek asal Taiwan berinisial R. Cewek ini nantinya akan jadi mimpi buruk saya selama di Tokyo. Semoga saya ada niatan untuk cerita, yah. Omong-omong, apartemen staf ini ternyata sama sekali tidak jelek, lho. Bayangan saya, kami akan ditempatkan di sebuah ruangan ala barak-barak tentara dengan kamar mandi seadanya dan ruang makan ala panti asuhan di film-film jadul yang sedih. Tapi ternyata apartemen staf ini adalah bangunan 4 lantai dengan rooftop untuk menjemur pakaian, common room dengan wifi dan sofa, 1-2 kamar mandi (shower dan toilet duduk) di setiap lantai, dapur dengan dua kompor, satu microwave, satu oven, dua bak cuci dan dua kulkas! Kalau di Jogja, bangunan seperti ini sih namanya “Kost Eksklusif”.

IMG_3014

Malamnya, saya meluncur ke Roppongi untuk mencuci piring di sebuah restoran. Lampu-lampu jalan, kafe-kafe dan gedung-gedung tinggi mulai menyala seiring saya melangkahkan kaki menuruni trotoar Roppongi Hills. Di balik kaca, para pelayan menata meja-kursi, resepsionis bersiap menyambut para tamu, dan rombongan manusia bersetelan kerja berbondong-bondong keluar dari pintu-pintu subway dan gedung perkantoran menuju jalan-jalan distrik Roppongi. Semua orang ramai bersiap menyambut denyut kehidupan lain Tokyo yang dimulai setelah jam 5 sore…

IMG_0742

東京へようこそ!:)

Tokyo e youkoso! :)

Selamat datang di Tokyo! :)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s