Tips & Trik Hidup A La ‘Binbou’ Bahagia di Jepang

Nah sekarang, kita masuk ke tips-tips praktis. Sebelumnya, saya perlu ingatkan lagi, tips ini belum tentu cocok dengan kota tempat kamu tinggal di Jepang. Mungkin kalau sama-sama sub-urban (baca: ndeso)-nya dengan Saga, tips-tips berikut bisa jadi relevan. Tapi kalau kamu tinggal di Okinawa atau Hokkaido (saya belom pernah ke dua tempat itu), saya ndak tau ya. FYI aja, kota Saga cuma punya 2 mal, transportasi umum cuma bus kota dan taksi, penduduknya sebagian besar manula, tempat hiburan cuma karaoke, pachinko, game center Round1 dan perpustakaan, dan saya sayang banget sama kota ini. :)

TIPS & TRIK HIDUP A La ‘BINBOU’ BAHAGIAK:
1. Cari supermarket murah di kotamu.
Ciri supermarket murah: bangunannya sedikit kumuh dan nggak fancy, bisa jadi ada di chinatown, pengunjungnya manula, stafnya nggak banyak dan kurang ramah, makanan RTE-nya biasanya kurang enak, barangnya grosiran (botol PET besar, kaos kaki buy 2 get 3, dll), biasanya variasi barangnya nggak sebanyak variasi di sevel. Mungkin mereka cuma jual barang-barang yang laku banget. So, don’t expect to find pumpkin spice latte starbucks atau kitkat rasa wasabi di supermarket macam ini.

Korokke di supermarket murah, nggak beda jauh sama kroket di burjo sebelah. (19 Yen = 2400 Rupiah)

2. Hapalkan hari-hari diskon di supermarket murah.
Setiap supermarket biasanya punya hari-hari di mana mereka punya banyak diskon. Biasanya juga, hari-hari diskon mereka nggak barengan. Misalnya, Supermarket Morinaga diskon setiap Selasa, Supermarket Eigyoku diskon setiap Senin dan Supermarket Angkuru diskon setiap Sabtu. Nah, manfaatkanlah hari-hari ini untuk berhemat. Lumayan banget, lho.

3. Hapalkan ciri khas barang di setiap supermarket.
Biasanya setiap supermarket punya barang ciri khas mereka yang entah kenapa bisa especially murah di supermarket itu. Hal ini nggak terang-terangan dipublish, sih. Biasanya dari mulut ke mulut saja tersebarnya. Misalnya, cuma di Marukyu Supermarket minyak goreng harganya 199 Yen/Liter. Di supermarket lain? Bisa 350 Yen/Liter untuk merk yang sama.
Khusus untuk makanan beku dan saos impor, coba pergi ke supermarket untuk restoran, A-Price.
Untuk makanan halal, bisa ke halal shop, halal online shop, supermarket impor di kota besar (interiornya mirip Ranch Market di Jakarta, biasanya) atau toko makanan impor kayak Jupiter atau Kaldi Coffee Shop.

DSC_0192 (2)
Udang beku asal Indonesia di A-Price

4. Hapalkan bahan masak yang murah (dan halal, kalau diwajibkan).
Saya akan tulis apa-apa saja bahan masak yang murah**: chikuwa (100yen/3-5buah), tauge (<100Yen/Pak), tahu (100Yen/Pak), paprika hijau (100Yen/3buah), wortel (100yen/2buah), bawang bombay (100yen/bungkus), miso soup instan (100Yen/10sachet), susu (150Yen/Liter), sereal shisuko-n (140Yen/kotak besar), roti tawar (100Yen/pak), udon beku (300Yen/6buah), Telur (110Yen/10butir), Shiokosho – salt & pepper 2 in 1 (100anYen/Pak) –> kalau beli garam dan lada terpisah mahal, jadi beli ini saja.
** Harga-harga ini saya dapat di hari-hari diskon supermarket. Kalau di hari biasa, mungkin selisihnya 10-80 Yen.

Contoh makanan binbou: nasi dan tom yum chikuwa tahu.

5. Sarapan simpel, makan siang di luar, makan malam di rumah.
Ini metode saya untuk menghemat uang makan tapi tetap bahagia. Hampir selama satu tahun saya tinggal di Saga, saya hanya sarapan granola, pisang dan susu. Saya hitung-hitung, untuk semangkok sarapan lezat itu, saya hanya mengeluarkan uang 100-150 Yen. Kadang-kadang kalau bosan, saya beli roti tawar, selai dan cocoa literan. Harganya juga tidak beda jauh dengan sarapan granola.
Untuk makan siang, perlu diketahui, harga makan siang selalu lebih murah daripada makan malam di restoran yang sama. Saya nggak tau kenapa. Makanya, kalau mau mencoba resto-resto lucu, makannya pas siang-siang aja. Siapa tau lucky dapet happy hour. Kalau tidak ingin makan di restoran, makan saja di kantin kampus. Lengkap dan murah. Biasanya saya masak nasi dari pagi untuk dibawa ke kampus saat makan siang. Jadi di kantin tinggal beli lauk saja. Lumayan, bisa hemat 100-an yen. Untuk makan malam, saya selalu usahakan masak sendiri di rumah. Mulai dari goreng nugget, masak nasi goreng, pasta, udon beku, dan sebagainya.

Sarapan ekonomis: sereal shisuko-n + susu
Sarapan ekonomis: sereal shisuko-n + susu

6. Usahakan untuk tinggal di asrama kampus atau share house.
Biaya sewa asrama kampus biasanya jauh lebih murah daripada apato umum. Harga apato di luar kampus bisa 2-3 kali lipat harga sewa asrama. Itu pun belum tentu dengan fasilitas yang sama bagusnya. Share house adalah tempat tinggal yang mirip dengan kost di Indonesia. Kita hanya dapat kamar tidur pribadi. Sisanya, seperti dapur dan kamar mandi, harus sharing dengan penghuni lainnya. Biasanya share-house relatif lebih murah daripada apato. Minusnya, privasi kita berkurang dan bisa sedikit terganggu dengan kebiasaan housemate yang aneh-aneh.

7. Toko secondhand / thrift store is your best friend.
Untuk beberapa barang seperti pakaian musiman dan perabot masak, saya rasa bijak untuk membelinya di thrift store. Di Jepang, toko-toko secondhand seperti Hard-Off, Book-Off, dan Home-Off menjual barang preloved yang masih dalam kondisi baik. Kadang-kadang malah ada yang belum pernah dipakai sebelumnya. Setiap toko juga punya area untuk barang-barang preloved yang bermerek. Bahkan tas dan dompet high-end fashion pun ada di sana. Di sini kita juga bisa menjual barang milik kita, lho.

Your new best friend in town.

8. Manfaatkan diskon pelajar.
Status pelajar sepertinya sering membawa berkah di manapun kita berada, tidak terkecuali di Jepang. Beberapa warung makan yang saya sambangi di Saga sering mempunyai gakusei setto (Student Set) yang harganya ekonomis, khususnya di siang hari. Dengan satu koin 500 yen saja, kita bisa mendapatkan paket roti naan dan kari india, paket ayam goreng, nasi dan salad, paket ramen tonkotsu dan lain-lain. Tidak hanya makanan, untuk menonton di bioskop juga ada hari untuk pelajar di mana kita bisa mendapat diskon 50%. Cek juga co-op di kampus, karena di sana mereka sering memberikan promo buku, software komputer sampai tiket liburan yang lebih murah. Co-op biasanya juga menjual tiket transportasi lokal yang lebih murah. Yay, hidup pelajar!

9. Manfaatkan maskapai LCC dan Seishun 18 Kippu.
Ketika liburan, manfaatkanlah tiket-tiket murah dari maskapai LCC (low cost carrier) seperti Jetstar atau Peach Aviation. Supaya tidak ketinggalan promo, jangan lupa untuk subscribe newsletter mereka. Nggak pernah rugi, kok. Kadang-kadang mereka sering iseng promo dadakan nggak penting seperti “Visit Your Friend’s Promo” atau “One Day Shopping Promo”. Tiket termurah yang pernah saya lihat dimulai dari harga 999 Yen atau sekitar 120,000 rupiah untuk sekali penerbangan lokal di Jepang. Iya, memang gila. Untuk seishun 18 kippu, silahkan tengok di sini ya.

Jetstar Hyper Sale.

10. Manfaatkan event-event untuk pelajar asing.
Di Saga, banyak sekali event yang mengundang pelajar asing untuk mengambil bagian di dalamnya. Sama seperti kota-kota kecil di Indonesia, kehadiran orang asing (foreigner) adalah hal yang jarang ditemui oleh penduduk Saga. Tidak jarang mahasiswa asing di sini ditatap dengan takjub di jalan-jalan. Nah, pemerintah daerah Saga ingin supaya warga mereka juga membuka mata terhadap budaya lain yang dimiliki pelajar-pelajar asing ini. Apalagi menjelang Olimpiade Tokyo 2020, sepertinya seluruh prefektur di Jepang sedang bersiap-siap untuk menjadi ‘lebih internasional’.  That is why, pemda Saga sering mengadakan acara-acara kultural yang mengundang orang Jepang dan pelajar asing. Mulai dari upacara minum teh, tryout kimono, kursus masak gratis, presentasi kebudayaan, dll. Acara-acara ini seringkali gratis. Misalnya pun bayar, paling hanya dipungut 100-500 Yen untuk biaya makan/minum. Coba cari culture-exchange center di kotamu, mungkin ada acara-acara serupa juga.

DSC03205
homestay gratis dan seru :)

Hmm, sepuluh dulu aja kali ya. Can’t think of anything else for now. Kalau ada yang kelupaan nanti saya tambahin lagi. Kalo inget. Haha. Sementara itu, kalo masih ada kebimbangan dan keraguan terkait hemat berhemat di Jepang, ingat-ingat selalu prinsip hidup binbou bahagia di post ini yah. :))) Good Luck!

Advertisements

3 thoughts on “Tips & Trik Hidup A La ‘Binbou’ Bahagia di Jepang

  1. Aaaakkk Gebiiii sukak postnya!! Aku gak pernah tertarik sama Jepang tapi akhirnya beli tiket ke Jepang untuk membahagiakan emak yang pengen liat sakura, tapi baca post ini aku jadi agak tertarik. Hehehehe. Jepang gak melulu soal teknologi mutakhir yaaa. Love it!

    1. Waaaah, makasih kabuy udah sukak sama postnya :))) Hehehe, emang imej Jepang itu hampir selalu high-tech dan padat penduduk gitu yaaa. Padahal yang kayak gitu cuma di Tokyo dan Osaka aja deh rasanya. Pas ke Jepang rencananya ke mana? Mending ke pedesaan ajaaa. Hihi. Mamaku juga lebih suka pedesaan kayak Saga ini daripada kota besar kayak Osaka. Katanya, kota besarnya mirip sama Jakarta. Haha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s